MARCH 2011!!

Hohohoy! Akhirnya tahun 2011 sudah memasuki bulan nya yang ketiga, dan ditahun ini juga "akhirnya" Foolishzine membuat Account di Twitter (@foolishzine) yang membuat Blog terjayus & terGaring sejagad dunia maya ini pun bisa 'nyampah' di Tweet, dan melebarkan sayapnya (benernya ini Blog atau burung sih?)

Terimakasih buat anda yang sudah mem-Follow Twitter FoolishZine.. Dan bersedia menyisihkan sedikit uang saku, eh, menyisihkan waktu untuk sekedar membaca Timeline-timeline kami yang sangat tidak penting..

Baiklah, tanpa berpanjang-panjang kata lagi.. Kita Sambit nya dengan banggakan.. Foolishzine MARCH 2011 Edition!! *sok heboh bener???* gapapa, yang penting bisa nulis di internet.. daripada nulis-nulis ditembok atau toilet umum..

Selamat menikmati edisi bulan Maret 2011 ini, dan saya mewakili segenap Kru yang bertugas mengucapkan.. Salam Olahraga!!


Tetap tersenyum dengan Jigong menempel di gigi kuning anda, Upil menempel di lobang hidung..dan jangan lupa untuk tetap mengacungkan 5 jari anda kepada sesama umat manusia..




- FOOLISHZINE -


Minggu, April 27, 2008

FRIEND ALWAYS COME AND GO

Oleh : Adi Raya Rimba Gulana Hampa (ARRGH)

(dari berbagai sumber)

Diawal bulan ini saya dan teman-teman yang lain telah ditinggalkan oleh seorang teman. Seorang pria yang sekilas berparas seperti orang India ini bernama Ipung. Berasal dari Ibukota dan merantau ke Bali untuk bekerja. Kurang lebih satu tahun pria yang hobi makan mie instant ini berada di sekitar saya dan teman-teman lainnya. Dan selama satu tahun itu banyak kenangan yang masih terniang di benak saya dan teman-teman.

“kau datang dan pergi begitu saja” mungkin penggalan lirik dari salah satu band Indonesia ini cocok dengan sosok seorang Ipung. Kenapa? Karena sebelumnya tidak ada salah satu dari kita yang sebelumnya mengenal Ipung. Sampai akhirnya anak-anak PLANETBUMI yang waktu itu sedang tour konser ke Bali mengenalkannya kepada kami. Mungkin orang yang pertama kali berkenalan dengan Ipung adalah si budak cinta. Seorang teman pria yang hidupnya mungkin akan diperbudak oleh si cinta, dan yang akhirnya menjadi rival Ipung untuk memeperebutkan gelar “gahul”. Setelah satu sudah dipegang, pelan namun pasti Ipung pun mulai dikenalkan dengan teman-teman yang lain. Dan teman-teman pun menerima dengan senang hati kehadiran Ipung, mungkin karena visi dan misi Ipung tidak begitu jauh dengan teman-teman.

Kedatangannya yang begitu saja sama dengan kepergiaanya yang juga begitu saja. Tanpa ada perpisahan atau kata berpamitan dia langsung meninggalkan pulau Dewata. Sampai pada malam sabtu kemarin ada seorang teman yang bertanya, “eh..si ipung kemana ya? Gw udah lama niy ga ngeliat dia!”. Atau malam berikutnya, “ipung ada di kosan ga ya? kita maen ke kosan ipung yuk!”. Pertanyaan diatas jelas bahwa mereka tidak sadar telah ditinggalkan oleh kawannya.

Dibalik kedatangan dan kepergiannya yang begitu saja, banyak yang telah diberikan Ipung kepada teman-teman di Bali. Sebagai contoh adalah futurica dan black futurica. Dua acara musik yang spektakuler ini dipimpin langsung oleh Ipung dan dibantu oleh teman-teman tentunya. Paling tidak acara tersebut menambah aktivitas positif untuk teman-teman. Atau kemudian sebut saja budak cinta, yang saat ini memiliki seorang kekasih yang sangat gahul di Ibukota sana. Semua itu karena jasa seorang Ipung yang mengenalkannya. Tanpa Ipung cukup sulit untuk budak cinta mendapatkan gadis yang super gahul.

Dari kisah Ipung diatas saya ingin mencoba menganalisa arti kata “teman”. Menurut kamus bahasa Indonesia yang saya punya, kata “teman” itu berarti kawan, sahabat: orang yang sama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap) yang jadi pelengkap (pasangan) atau yang dipakai (dimakan, digunakan dan sebagainya) bersama-sama.

Ya..Ipung telah menjadi teman, sahabat, dan kita pun pernah bekerja bersama seperti di futurika misalnya. Berjalan bersama pun kita sering, sekedar menelusuri pantai kuta dan double six di sore hari dengan kaca mata hitam dan bir ditangan, atau berjalan malam bersama di Legian untuk menuju M Bargo atau Sky Garden, bahkan mengendarai motor bersama di malam Sabtu layaknya geng motor briges untuk menikmati musik Drum N Bass di Syndicate. Menurut saya Ipung juga seorang yang baik untuk dijadikan lawan (bercakap-cakap). Tak heran Tengkoti atau Meidy yang berkelamin wanita lebih sering bersama dengan Ipung. Kemudian Ipung tekadang menjadi pelengkap buat John, teman-teman, dan alcohol tentunya. Karena dari sosok Ipung menimbulkan inspirasi John untuk sekedar berkomedi ria yang sekaligus menghangatkan suasana di Minimart. Dipakai, digunakan, dan dimakan bersama-sama? Ah..yang ini saya kurang mengerti, apakah saya dan teman-teman, atau Ipung yang dipakai, digunakan, dan dimakan bersama-sama.

Kurang lebihnya itulah Ipung si pria sangat supel ini, maka jangan heran kalau Ipung memiliki banyak teman dan Exist dimanapun. Ipung telah kembali ke pangkuan Ibukota, meninggalkan Pulau Dewata, tanpa kata-kata, berharap tetap ceria, dan bertemu kembali disuatu masa. Cheers and Reebs…(arrgh)

Tidak ada komentar: